RSS

Pandangan Ulama Tentang Zakat Fitrah

16 Sep

a. Jumhur (mayoritas) ulama (mazhab Maliki, Syafi’i dan Hambali) berpendapat bahwa zakat fitrah dikeluarkan dari biji-bijian dan buah-buahan yang menjadi makanan pokok seperti gandum dan kurma. Dalam konteks Indonesia yang menjadi makanan pokok adalah beras, maka zakat fitrah wajib dikeluarkan berupa beras. Dan menurut mereka tidak sah mengeluarkan zakat fitrah dengan hal lain yang senilai dengan harga makanan pokok tersebut, termasukdenganuang. Ukuran zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah 1 Sha’ dan menurut mayoritas ulama 1 Sha’ adalah sekitar 2,751 kg (+ 3,5 ltr).

b. Mazhab Hanafi berpendapat boleh (sah) mengeluarkan zakat fitrah dengan hal lain yang senilai dengan harga makanan pokok (qimah), termasuk dengan uang. Namun 1 Sha’ menurut mazhab ini adalah sekitar 3,8 kg (+ 5 ltr).[1]

Kepada kaum muslimin/muslimat yang hendak mengeluarkan zakat fitrah dengan uang (mazhab Hanafi), demi kehati-hatian disarankan agar ukurannya pun sesuai dengan pendapat mazhab Hanafi (3,8 kg/+ 5 ltr). Jadi apabila harga beras perliter yang biasa dimakan oleh muzakki Rp. 5000,- maka dikalikan 5 ltr (tidak 3,5 ltr), berarti jumlah zakat yang harus dikeluarkan adalah Rp. 25.000,- . Hal ini agar tidak terjadi talfiq (pencampuradukan mazhab dalam satu rangkaian hukum) yang menurut banyak ulama tidak diperbolehkan.[2] Karena dalam praktek membayar zakat fitrah dengan uang (ikut mazhab Hanafi) yang senilai dengan 2,751 kg/3,5 ltr beras (ukuran 1 sha’ menurut jumhur ulama) dipandang tidak sah oleh kedua golongan di atas, mazhab Hanafi memandang tidak sah karena nilai uang yang dikeluarkan kurang dari 3,8 kg/+ 5 ltr (ukuran 1 sha’ menurut Hanafi), jumhur ulamapun menganggap tidak sah karena membayar zakat fitrah dengan uang. Wallahu A’lam …


[1] Lih. Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Damaskus: Dar al-Fikr, 1409 H/1989 M, j. 2, h. 909-911.

[2] Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain ‘Umar Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, Beirut: Dar al-Fikr, tt, hal. 9.

About these ads
 
2 Comments

Posted by on 16 September 2009 in Artikel

 

2 responses to “Pandangan Ulama Tentang Zakat Fitrah

  1. BahrudinOnline

    26 September 2009 at 20:23

    tapi kan ngak harus kitab minded guru…masih banyak kearifan yang bisa kita peroleh dari persoalan zakat tersebut. terus berkreasi!!!!

     
  2. chudory

    2 December 2009 at 17:51

    terus..dari mana kita bisa serap persoalan agama?dari perasaan?kadang perasaan bertolak belakang nash-nash agama

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: