Maafkan Aku Ibu


Ku terbangun tengah malam, lalu ku tengok kemar ibuku [sepeti biasa ku lakukan jika ku terbagun].
Ku buka pintu kamarnya dan ku dapati ibuku sedang tidur lelap. Hatiku tertawa lucu karena ku amati ibuku tidur sepeti bayi. Mungkin waktu ku masih bayi dulu ibuku juga sering tertawa ketika mengamati tidurku.[duuh…ibu…sepertinya kau sudah lelah sekali setelah menjalani hidup sekian lama, maafkan aku karena sampai saat ini aku belum dapat membahagiakanmu].
Setelah itu ku tutup kembali pintu kamarnya perlahan agar tidak membuatnya terbangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s