Ulang Tahunku Kesedihan Sahabatku [25/10]


Malam itu ku dengar telepon selularku berdering, ah..ternyata sebuah pesan pendek yang masuk. Ku lihat isinya,“innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun”, gumamku setelah membaca isi pesan pendek tersebut yang mengabarkan bahwa putra kedua sahabatku maninggal dunia.

Sesaat otakku memutar mundur memorinya ke sekitar dua minggu lalu ketika sahabatku dengan wajah berseri menceritakan bahwa anaknya -yang sebelumnya ku dengar sakit- sudah membaik. Namun sekarang wajahnya terbalut kesedihan. “Baru dua minggu…”, pikirku setelah merangkai kembali ingatanku sejak dua minggu lalu sampai malam itu. Ya! baru dua minggu sahabatku itu merasakan kegembiraan atas semakin membaiknya kondisi anakanya dan sekarang ia merasakan kesedihan yang mendalam, hanya dalam waktu dua minggu!!.

Setelah itu ku lihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku demi memenuhi “hasratku” utk mengetahui pukul berapa saat itu krn malam itu aku ada janji dengan sahabat-sahabatku yang lain. Ketika mataku ku arahkan ke arlojiku tak sengaja ku lihat tanggal yang memang ada dalam lingkaran bersama angka-angka penunjuk waktu. “Tanggal 25?!..” batinku, ya! 25 oktober adalah tanggal kelahiranku dan baru saat itu aku sadar bahwa hari itu adalah hari jadiku, ulang tahunku. Spontan mulutku mengucapkan syukur atas anugerah hidup yang diberikan kepadaku hingga saat itu.

Namun di tengah rasa bersyukurku itu terlintas dalam pikiranku sahabatku yang baru saja mengalami musibah. Terbayang pula semburat kesedihan di wajahnya. Sontak aku terbangun dari lena kebersyukuranku. “Maafkan aku sobat…”, batinku karena merasa bersalah.

Seiring dengan kegalauan hati yang kurasakan, antara gembira dan sedih, antara bersyukur dan berbelasungkawa, aku merasa kembali diingatkan bahwa di saat kita gembira mungkin ada orang lain yang sedang bersedih, bahwa hidup dan mati adalah dua hal yang sangat berdekatan dan bahwa kapanpun Allah berkehendak Dia berkuasa mengambil kebahagiaan kita bahkan nyawa kita. Waffiqnaa ya Allaah fa innaka waliyyuttawfiiq.

Untuk sahabat-sahabatku yang telah mengucapkan selamat dan mendo’akanku, ku ucapkan terimakasih. Semoga Allah selalu menjaga kalian.

Untuk sahabatku yang tengah mengalami musibah, ku harap kau dapat bersabar. Semoga dengan kesabaranmu Allah memberikan surgaNya padamu kelak. Sebagaimana janjiNya dalam sebuah hadits qudsi:

مَا لِعَبْدِيْ الْمُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلَّا الْجَنَّةَ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s